Latar Belakang

Pertumbuhan jumlah kendaraan bermotor di berbagai daerah di Indonesia terus mengalami peningkatan setiap tahunnya. Kondisi ini sejalan dengan pertumbuhan penduduk, peningkatan taraf hidup masyarakat, serta kemudahan dalam memiliki kendaraan pribadi. Namun, di sisi lain, peningkatan jumlah kendaraan bermotor berdampak signifikan terhadap peningkatan emisi karbon dioksida (CO₂) yang menjadi salah satu penyumbang utama pencemaran udara dan pemanasan global. Emisi karbon dari kendaraan bermotor merupakan hasil pembakaran bahan bakar fosil yang mengandung senyawa karbon. Semakin tinggi jumlah kendaraan dan semakin padat aktivitas lalu lintas, maka semakin besar pula potensi peningkatan emisi gas buang yang dihasilkan. Dampak dari emisi karbon tidak hanya mempengaruhi kualitas udara, tetapi juga berkontribusi terhadap perubahan iklim dan menurunnya kualitas kesehatan masyarakat.

Dalam konteks tersebut, Sistem Informasi Geografis (SIG) menjadi alat yang sangat berguna untuk menganalisis dan memetakan sebaran jumlah kendaraan bermotor serta hubungannya dengan tingkat emisi karbon di suatu wilayah. Melalui SIG, data spasial dan non-spasial dapat diintegrasikan untuk menampilkan visualisasi peta tematik yang menggambarkan hubungan antara kepadatan kendaraan dengan besaran emisi karbon yang dihasilkan.

Pembuatan SIG ini diharapkan dapat membantu instansi pemerintah, peneliti, dan masyarakat dalam memahami pola distribusi kendaraan bermotor, mengidentifikasi wilayah dengan tingkat emisi tinggi, serta menjadi dasar dalam pengambilan keputusan untuk pengendalian pencemaran udara dan perencanaan transportasi berkelanjutan.

Tujuan

Pemetaan Sebaran Kendaraan Bermotor

SIG digunakan untuk menampilkan lokasi dan persebaran kendaraan bermotor pada wilayah penelitian sehingga pola penyebaran dapat dianalisis dengan lebih jelas.

Read More
Perhitungan & Analisis Emisi Karbon

Melakukan perhitungan emisi berdasarkan faktor emisi tiap jenis kendaraan untuk mengetahui kontribusi polusi udara dari transportasi.

Read More
Integrasi Data Kendaraan & Emisi dalam SIG

Data jumlah kendaraan dan data hasil perhitungan emisi digabungkan dalam platform SIG sehingga memudahkan analisis spasial yang lebih komprehensif dan terstruktur.

Read More
Penyajian Peta Tematik Hubungan Kendaraan & Emisi

Menghasilkan peta tematik yang memperlihatkan kawasan dengan kendaraan tinggi dan emisi tinggi sebagai pertimbangan perencanaan lingkungan dan transportasi berkelanjutan.

Read More
Polusi Udara

Data

Penyebab Polsi Udara

Penyumbang polusi udara terbesar di perkotaan adalah kendaraan bermotor. Emisi gas buang dari kendaraan seperti mobil, motor, dan truk mengandung berbagai polutan berbahaya seperti karbon monoksida (CO), nitrogen oksida (NOx), hidrokarbon (HC), dan partikel-partikel halus (PM).

Kendaraan Pribadi

Menurunnya harga pembelian kendaraan pribadi menyebabkan melonjaknya permintaan kendaraan pribadi di perkotaan. Dengan meningkatnya jumlah kendaraan pribadi, maka emisi gas buang dari kendaraan ini juga meningkat secara signifikan. Kendaraan pribadi cenderung digunakan untuk perjalanan jarak pendek dan seringkali beroperasi dalam kondisi lalu lintas yang padat, yang menyebabkan pembakaran bahan bakar yang tidak efisien dan peningkatan emisi polutan.

Angkutan Umum

Penyediaan angkutan umum yang kurang memadai menyebabkan masyarakat lebih memilih menggunakan kendaraan pribadi. Angkutan umum yang tidak efisien, jarang, atau tidak nyaman membuat orang enggan menggunakannya. Akibatnya, lebih banyak orang beralih ke kendaraan pribadi, yang pada gilirannya meningkatkan jumlah kendaraan di jalan dan emisi gas buang. Bahan bakar yang digunakan oleh angkutan umum, terutama yang masih menggunakan teknologi lama, juga dapat menyumbang emisi polutan yang signifikan.

Read More

Motor

13785775 +

Truk

563739 +

Bus

27133 +

Mobil

2197652 +